Jumat, 19 Juni 2009

Soal Penggemukan Devisit Daya hingga mencapai 8 MW Tindakan PLN Gorontalo Diskriminasi Pemasangan membuat Kewalahan YLKI Gorontalo Butuh Pengawasan da

Soal Padam Hidup Listrik, hal yanng tidak bisa dipungkiri, dari kalimat hal yang tidak bisa dipungkiri, perlu adanya konsep /plening untuk meminimallisir daya dari jumlah devisit mencapai 8 Megawat Keatas.
Caranya adalah meniadakan pemasangan baru, mengurangi angka pemasangan ilegal, tidak melakukan diskriminasi pemasangan bagi orang berduit atau oknum pejabat, hemat energi tidak memaksa.
Konsep meniadakan Pemasangan sebenarnya telah terbangun setiap pergantian Pimpinan PT PLN Gorontalo, kita tidak membagakan sejak kepemimpinan Ir. Ali Akbar, dimana masyarakat mulai merasakan nikmatnya menggunakan Listrik, konsolidasi negosiasi sangat kuat dengan pemerintah, usaha dan konsumen, hingga bisa ditemukan solusi –solusi yang mengurangi angka devisit, bahkan demi untuk kepentingan rakyat gorontalo mengontrak tenaga mesin / ahli perbaikan mesin yang cukup mahal, dengan tujuan memberikan pelayanan yang prima kepada konsumen.
Apa yang dirasakan saat itu, dibulan Puasa hari kesucian bagi umat Islam, masyarakat Gorontalo tidak merasakan pemadaman listrik. Bahkan pada saat itu devisit hanya berkisar 2-3 Megawatt.
Saat itu kami pesimis, saat terjadi pergantian Pimpinan, dari Ir Ali Akbar kepada Arifin Akuba, S.T, kami menganggap langkah keterburukan Listrik akan terjadi, terbukti dengan Pembekakan devisit.
Logisnya ketika terjadi Pembekakan Devisit daya, otomatis masyarakat konsumen akan merasakan pemadaman listrik yang cukup panjang. Bahkan survey Yayasan kami dalam satu minggu terjadi pemadaman hampir 6 kali, dengan total perhitungan 3 kali malam dan 3 kali siang, secara bergiliran.
Hal lain mengakibatkan terjadi devisit yang cukup besar adanya Indikasi Pemasangan daya bagi Oknum Pejabat dan Pengusaha berduit, seperti yang dilaporkan YLKI Gorontalo kepada DPRD Kota Gorontalo, dimana ada 7 Perusahaan baru terbangun telah diberikan fasilitas t listrik.
Pembekakan juga karena terjadi penambahan daya yang dilakukan para Pelaku Usaha, rata-rata 30 -45 ribu watt.
Sehingga kami berharap bukan hanya pengawasan dilakukan YLKI Gorontalo, tetapi kami membutuhkan dukungan masyarakat, mahasiswa untuk menyampaikan laporannya kepada Yayasan kami.(Penulis : Ketua YLKI Gorontalo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar