Sabtu, 29 Agustus 2009

YLKI lansir 10 makanan bermelamin (Dikutip JakartaEspos)

Jakarta (Espos) Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melansir hasil uji laboratorium mengenai 10 produk makanan mengandung melamin. Namun salah satu produsen yang produknya dinyatakan mengandung melamin oleh YLKI, langsung membantah tegas temuan tersebut.
“Ada 10 produk yang terbukti mengandung melamin dalam uji laboratorium yang dilakukan oleh peneliti UI dari jurusan Kimia FMIPA UI Depok pada Desember 2008,” ujar Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir dalam jumpa pers di kantor YLKI, Rabu (4/3).
Salah satu merk yang cukup terkenal yang dinyatakan mengandung bahan berbahaya ini adalah Nestle Bear Brand Sterilized Low Fat Milk atau masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan susu beruang. Nestle Bear Brand Sterilized Low Fat Milk ini merupakan produksi F&N Dairies Thailand.
Produk-produk tersebut, menurut Huzna Zahir, didapatkan di beberapa tempat yang kerap disebut sebagai pintu masuk barang-barang impor. Lokasi tersebut adalah supermarket dan toko di Cempaka Mas, Mangga Dua, dan Kelapa Gading.
Atas dasar itulah, kata Huzna, YLKI bekerja sama dengan Laboratorium Afiliasi Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia (LADK-FMIPA-UI) melakukan pengujian terhadap 28 sampel merk.
“Dalam penelitian kami menggunakan metode high performance liquid chromatography,” ungkap Direktur LADK-FMIPA-UI Sunardi pada kesempatan yang sama seperti dikutip Kompas Cyber Media.
Sementara itu pihak F&N Foods Pte Ltd yang berkantor di Singapura angkat bicara menyusul dikeluarkannya hasil penelitian YLKI LADK-FMIPA-UI ini. Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum F&N, Sutedja, di Jakarta, Rabu (4/3).
“Kami keberatan sekali. Ini mengarah pada pencemaran nama baik,” kata Sutedja.
Menurutnya, keberatan tersebut sudah disampaikan kepada pihak YLKI sepekan yang lalu, tapi tetap saja hal ini dipublikasikan. Untuk itu pihak F&N masih menunggu bagaimana reaksi masyarakat.
“Kita akan lihat keadaan ini. Jika meresahkan masyarakat dan merugikan kami, kami akan menempuh jalan hukum,” ungkap Sutedja. Pihak Nestle Indonesia dalam rilis yang diterima Espos memastikan semua produk yang diproduksi, diimpor dan dipasarkan di Indonesia aman untuk dikonsumsi, termasuk Nestle Bear Brand Sterilized Low Fat Milk.
Ke-10 produk makanan itu yakni:
1. Kino Bear Coklat Crispy, isi: 3x3,5 gram, registrasi MD 662211108168, produksi PT Kinosentraindustrindo, kawasan Niaga Selatan Blok B 15, Bandar Kemayoran. Mengandung melamin 97,28 ppm.
2. Yake Assorted Candies, permen coklat panjang, isi 500 gram, tidak bernomor registrasi, produksi Fujian Yake Food, tidak ada alamat importir. Mengandung melamin 56,54 ppm
3. F&M, susu kental manis, isi 390 gram, registrasi ML 505417006156, importir Ikad-Jakarta, mengandung melamin 45,09 ppm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar