Minggu, 30 Agustus 2009

Presiden : DPD Jangan Kuatir

(Kutipian Tulisan Bung Elnino Anggota DPD RI)

Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono memberi sinyal kuat untuk semakin memperkuat peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD - RI). "DPD jangan kuatir tidak kebagian tugas untuk menjadikan negara kita ini lebih baik," tandas SBY ketika berbicara di pertemuan informal Buka Puasa Bersama di rumah dinas Ketua DPD, Ginanjar Kartasasmita, Minggu 30/10/2009.

Hadir dalam pertemuan ini berbagai elit bangsa seperti wakil presiden terpilih, Boediono, Menkokesra Aburizal Bakrie, Wakil Ketua MPR A.M. Fatwa, serta seluruh anggota DPD RI dan anggota terpilih DPD RI.
Menurut presiden, peran DPD-RI mesti dapat dimaksimalkan untuk fungsi kontrol dan keseimbangan. "Tidak boleh ada absolut power dalam tata negara bangsa ini, mesti ada check and balances yang jelas dan disitulah peran DPD bisa dimaksimalkan," kata presiden sembari mengutip pepatah "power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely".

Di samping itu, presiden SBY juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap legitimasi anggota DPD. "Seperti saya dan pak Boediono, anggota DPD juga dipilih 'by name'," tutur SBY.

Pernyataan SBY ini beroleh aplaus meriah dari para anggota DPD - RI. "Ini pertanda awal yang cukup baik bagi DPD mengingat selama ini peran DPD disumbat oleh kekuasaan DPR yang terlalu besar. Bahkan belakangan ini DPD terasa semakin dimarginalkan dalam tatanan negara kita. Mudah-mudahan penyampaian presiden tadi dapat ditindaklanjuti untuk menguatkan fungsi, tugas dan peran DPD secara kelembagaan," ungkap dua anggota DPD-RI terpilih dari Gorontalo, Elnino Mohi dan Budi Doku yang hadir dalam acara informal tersebut.

Sebelum buka puasa, KH Quraish Shihab memberikan ceramah singkat yang menekankan pentingnya ketulusan atau keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam pelaksanaan tugas sebagai pejabat negara. "Orang-orang yang tulus tidak memandang apa pun kecuali Tuhan," ungkap Quraish.

Dari empat calon terpilih DPD RI dari Gorontalo, hanya dua yang sempat menghadiri acara tersebut. Rahmijati Jahja tidak sempat ke Jakarta karena di waktu yang sama harus menemani suaminya David Bobihoe yang memperingati 4 tahun kepemimpinannya sebagai Bupati Gorontalo. Sementara Hanna Fadel mewakilkan salah satu staf ahlinya untuk hadir berhubung dia sendiri menemani suaminya Fadel Muhammad umroh di tanah Mekkah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar