Selasa, 22 September 2009

BTPN (Perkreditan Rakyat) Cab. Gorontalo Salah satu mendapatkan Lempengen Penghargaan Terburuk

Dari beberapa Perusahaan Pelayanan Jasa yang akan dilakukan survey uji publik kepada konsumen, salah satu perusahaan akan dimasukan adalah Perusahaan Perkreditan Rakyat (BTPN) yang beralamat di Kompleks Petokoan Kota Gorontalo. Dimasukan nama BTPN tersebut karena dianggap sistim pelayanan kepada konsumen masih perlu mendapat pembinaan secara serius.
Tata cara melaku komunikasi kepada debitur masih mendapat keluhan, belum lagi kerahasiaan dokumen debitur masih sangat diragukan di Bank Tersebut.
Selain Perusahaan tersebut nama-nama Perusahaan Lain merupakan calon penerimaan reword terburuk adalah PT.PLN Gorontalo, PDAM Kota Gorontalo, BFI, Sim POS (POS Indonesia) Bank Danamon, sedang akan menerima Pengahargaan Terbaik dibidang Pelayanan adalah SPBU Popayato Kabupaten Pohuwato.
Dari nama-nama tersebut yang diajukan Yayasaan kami dilakukan lagi uji kelayakan survey dimasyarakat konsumen dengan menggunakan 100 sampel, sehingga belum ada kepastian perusahaan mana yang peneriman atau reking pertama penerima Lempengan Penghargaan Terburuk. Ada kemungkinan PT PLN Gorontalo reking pertama penerima lempengan tersebut.

Minggu, 06 September 2009

Draf Laporan POS Simpan Pinjam Gorontalo

Aduan Konsumen
No. /YLKI.Gto/X/2009

Pada Tanggal 3 September 2009, Saudara/I /Konsumen/Nasabah, atas nama HELEN KADIR (30) dan NANCY PEMBENGO (29), masing-masing beralamat Jl. Tondano Perum Pondok Ersa Blok B No. 4 Kecamatan Kota Utara, dan Jl. Sawit (Belum ada nomor) Kelurahan Buladu Kec. Dungingi, menghadap Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Gorontalo untuk memohon bantuan advokasi terkait, sikap Sistim Pelayanan Pos Simpan Pinjam (Koperasi Nusantara) kantor Cabang Gorontalo. Aduan tersebut terkait :
1. Perlunasan Pinjaman, dimana pihak konsumen/nasabah melunasi pinjaman diminta penambahan finalty angsuran 3 bulan berjalan.
2. Bahwa pihak konsumen/ nasabah merasa keberatan dengan penambahan angsuran 3 bulan berjalan.
3. Bahwa ketika pihak Konsumen/Nasabah memohon Copyan Rekening Koran Pihak Perusahaan memberikan jawaban selama 1 minggu akan diberikan.

Keinginan Konsumen /Nasabah kepada YLKI Gorontalo :
1. Menyelesaikan secara musyawarah dengan cara Perlunasan Pinjaman tanpa ada Finalty Ansuran 3 (tiga) bulan.
2. Jika hal tersebut tidak disanggupi, maka pihak Nasabah/Konsumen memohon pergantian Imateril dalam bentuk waktu, tenaga dan lain sebagainya.

Demikian Laporan aduan kami buat yang bertanda tangan :

1. HELEN KADIR (30) ( )

2. NANCY PEMBENGO (29), ( )

Saksi-Saksi :
1. Indra Malo (Suami dari Helen Kadir) ( )
2. Chepy Mohamad (Suami dari Nancy Pembengo) ( )

Diketahu,-
Ketua,-
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
(YLKI-Gorontalo)


R. Moh. Agus Rugiarto, S.Hing


Tembusan : Kepala Pos Simpan Pinjam Cabang Gorontalo

Jumat, 04 September 2009

Pos Simpan Pinjam mendapat kritik Tajam ??? Dari YLKI Gorontalo

Diminta Pertangunggung Jawaban Perusahaan pada hari senin

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Gorontalo kembali melakukan kritikan tanjam kepada Perusahaan Finance Pos Simpan Pinjam Koperasi Cabang Gorontalo, kritikan tersebut setelah mendapatkan Laporan Aduan dari beberapa konsumen berinisial HK (30) dan NP (29) terkait, kelakuan Perusahaan tersebut tidak menerima perlunasan pinjaman dengan alasan pihak konsumen harus melakukan penambahan finalty angsuran selama 3 bulan berjalan.
Misalnya HK melakukan peminjaman kredit Rp. 79 juta, yang tersisa Baki Debet Rp. 75.505.042, ternyata sisa kredit tersebut untuk dilunasi tidak diterima Perusahaan Pos Simpan Pinjam kalau belum melunasi Penambahan Finalty Ansuran selama 3 bulan berjalan, sama halnya dirasakan NY, dimana jika melunasi diminta penambahan Finalty Ansuran selama 3 bulan.
Hal lain ketika kedua konsumen tersebut, meminta data kopian atau arsip Perjanjian Kontrak (PK) dan Print Out Reking Koran, alasan perusahaan dianggap betele-tele, diantaranya mereka menjanjikan pada esok hari, ketika konsumen datang pada esok hari alasan berikutnya bahwa berkas tersebut tersimpan disalah satu karyawan perusahaan tersebut berinisial “JS”, ketika dikronfotir ke “JS” bahwa PK kedua nama konsumen tidak ada dikediaman berkas tersebut.
Dari hal tersebut YLKI Gorontalo menganalisa adanya kecenderungan bahwa PK tersebut, diduga adanya pelanggaran tekait perjanjian PK tersebut, “atau bisa saja dugaan kami, tingkat pungli sangat tinggi”.
Untuk meminta penjelasan dari Perusahaan tersebut, YLKI Gorontalo akan mengundang Perusahaan Pos Simpan Pinjam pada hari senin (7/9).

Minggu, 30 Agustus 2009

Presiden : DPD Jangan Kuatir

(Kutipian Tulisan Bung Elnino Anggota DPD RI)

Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono memberi sinyal kuat untuk semakin memperkuat peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD - RI). "DPD jangan kuatir tidak kebagian tugas untuk menjadikan negara kita ini lebih baik," tandas SBY ketika berbicara di pertemuan informal Buka Puasa Bersama di rumah dinas Ketua DPD, Ginanjar Kartasasmita, Minggu 30/10/2009.

Hadir dalam pertemuan ini berbagai elit bangsa seperti wakil presiden terpilih, Boediono, Menkokesra Aburizal Bakrie, Wakil Ketua MPR A.M. Fatwa, serta seluruh anggota DPD RI dan anggota terpilih DPD RI.
Menurut presiden, peran DPD-RI mesti dapat dimaksimalkan untuk fungsi kontrol dan keseimbangan. "Tidak boleh ada absolut power dalam tata negara bangsa ini, mesti ada check and balances yang jelas dan disitulah peran DPD bisa dimaksimalkan," kata presiden sembari mengutip pepatah "power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely".

Di samping itu, presiden SBY juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap legitimasi anggota DPD. "Seperti saya dan pak Boediono, anggota DPD juga dipilih 'by name'," tutur SBY.

Pernyataan SBY ini beroleh aplaus meriah dari para anggota DPD - RI. "Ini pertanda awal yang cukup baik bagi DPD mengingat selama ini peran DPD disumbat oleh kekuasaan DPR yang terlalu besar. Bahkan belakangan ini DPD terasa semakin dimarginalkan dalam tatanan negara kita. Mudah-mudahan penyampaian presiden tadi dapat ditindaklanjuti untuk menguatkan fungsi, tugas dan peran DPD secara kelembagaan," ungkap dua anggota DPD-RI terpilih dari Gorontalo, Elnino Mohi dan Budi Doku yang hadir dalam acara informal tersebut.

Sebelum buka puasa, KH Quraish Shihab memberikan ceramah singkat yang menekankan pentingnya ketulusan atau keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam pelaksanaan tugas sebagai pejabat negara. "Orang-orang yang tulus tidak memandang apa pun kecuali Tuhan," ungkap Quraish.

Dari empat calon terpilih DPD RI dari Gorontalo, hanya dua yang sempat menghadiri acara tersebut. Rahmijati Jahja tidak sempat ke Jakarta karena di waktu yang sama harus menemani suaminya David Bobihoe yang memperingati 4 tahun kepemimpinannya sebagai Bupati Gorontalo. Sementara Hanna Fadel mewakilkan salah satu staf ahlinya untuk hadir berhubung dia sendiri menemani suaminya Fadel Muhammad umroh di tanah Mekkah.

Sabtu, 29 Agustus 2009

YLKI: Kinerja RSU BurukOleh admin (www.timorexpress.com)

KRITIKAN pedas datang dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) NTT terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum W.Z Yohanes Kupang yang sangat buruk.

Ketua YLKI, Mus Malesi yang ditemui di Kantornya kemarin menegaskan Hasil pantau lembaga konsumen terhadap pelayanan RSU tidak pernah berubah, sangat buruk dari tahun ke tahun. Pasien berobat jalan untuk diperiksa oleh dokter umum atau ahli tidak ketemu, yang layani suster atau mantri.

Pasien UGD tidak segera dilayani bahkan pasien meninggal sebelum dilayani. Pasien nginap kelas tiga, kelas dua, semua, sulit minta bantuan pada medis, mengapa. Pelayanan terhadap publik, itu medis sudah lelah di praktek sehingga tugas pokok di RSU terbengkalai.

Ada yang jadi rektor, staf pengajar. Manusia ada batas, sudah lebih dari dua saja sudah serap stamina, waktu sudah cukup besar akhirnya tugas pokok menjadi korban. Dokter adalah manusia bukan superman,ujar Malesi. Ia menambahkan, banyak pasien pejabat, pengusaha dan tokoh-tokoh masyarakat yang berobat ke luar negeri.

Itu semata-mata karena pelayanan di negeri sendiri tidak mementingkan kepuasan konsumen, sementara di luar negeri lebih mendahulukan pelayanan pada pasien. Rumah Sakit di luar negeri tidak beda jauh peralatan medisnya, bangunannya, yang tidak sama adalah pelayanannya, dokter luar negeri lebih perhatian pada pasien. Malesi menganggap bahwa dokter di Indonesia lebih mementingkan kepentingan bisnis dibandingkan pelayanan.

Berbicara masalah fasilitas kesehatan seperti RSU Kupang khususnya, menurut Malesi perlu diatur secara profesional dari tingkat yang paling atas yang kemudian diikuti oleh bawahannya. Tetapi kenyataan belum diterapkan secara baik oleh pihak RSU Kupang, bahkan pelayanan buruk tersebut tidak pernah berubah.

Malesi menganggap bahwa hal tersebut sebagai kegagalan pemerintah. Tidak ada sanksi kepada tenaga medis, medis tidak pernah mengevaluasi diri, dialog dengan masyarakat tidak pernah, pendidikan standar tidak pernah. Itu karena kegagalan dari pemerintah yang angkat mereka sebagai tenaga medis, organisasi tutupi kebobrokan anggota, organisasi tidak evaluasi anggota,tambahnya.

Prioritas pelayanan dengan 'hati' yang diberikan kepada pasien itu perlu disejajarkan baik yang membayar menggunakan kartu kesehatan atau pun uang. Sehingga pasien siapapun termasuk pejabat agar bisa berobat di negeri sendiri, Jika ada pejabat berobat di luar negeri, sama seperti ia menepuk air di dulang sendiri,ujar Malesi.
sumber : www.timorexpress.com

YLKI lansir 10 makanan bermelamin (Dikutip JakartaEspos)

Jakarta (Espos) Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melansir hasil uji laboratorium mengenai 10 produk makanan mengandung melamin. Namun salah satu produsen yang produknya dinyatakan mengandung melamin oleh YLKI, langsung membantah tegas temuan tersebut.
“Ada 10 produk yang terbukti mengandung melamin dalam uji laboratorium yang dilakukan oleh peneliti UI dari jurusan Kimia FMIPA UI Depok pada Desember 2008,” ujar Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir dalam jumpa pers di kantor YLKI, Rabu (4/3).
Salah satu merk yang cukup terkenal yang dinyatakan mengandung bahan berbahaya ini adalah Nestle Bear Brand Sterilized Low Fat Milk atau masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan susu beruang. Nestle Bear Brand Sterilized Low Fat Milk ini merupakan produksi F&N Dairies Thailand.
Produk-produk tersebut, menurut Huzna Zahir, didapatkan di beberapa tempat yang kerap disebut sebagai pintu masuk barang-barang impor. Lokasi tersebut adalah supermarket dan toko di Cempaka Mas, Mangga Dua, dan Kelapa Gading.
Atas dasar itulah, kata Huzna, YLKI bekerja sama dengan Laboratorium Afiliasi Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia (LADK-FMIPA-UI) melakukan pengujian terhadap 28 sampel merk.
“Dalam penelitian kami menggunakan metode high performance liquid chromatography,” ungkap Direktur LADK-FMIPA-UI Sunardi pada kesempatan yang sama seperti dikutip Kompas Cyber Media.
Sementara itu pihak F&N Foods Pte Ltd yang berkantor di Singapura angkat bicara menyusul dikeluarkannya hasil penelitian YLKI LADK-FMIPA-UI ini. Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum F&N, Sutedja, di Jakarta, Rabu (4/3).
“Kami keberatan sekali. Ini mengarah pada pencemaran nama baik,” kata Sutedja.
Menurutnya, keberatan tersebut sudah disampaikan kepada pihak YLKI sepekan yang lalu, tapi tetap saja hal ini dipublikasikan. Untuk itu pihak F&N masih menunggu bagaimana reaksi masyarakat.
“Kita akan lihat keadaan ini. Jika meresahkan masyarakat dan merugikan kami, kami akan menempuh jalan hukum,” ungkap Sutedja. Pihak Nestle Indonesia dalam rilis yang diterima Espos memastikan semua produk yang diproduksi, diimpor dan dipasarkan di Indonesia aman untuk dikonsumsi, termasuk Nestle Bear Brand Sterilized Low Fat Milk.
Ke-10 produk makanan itu yakni:
1. Kino Bear Coklat Crispy, isi: 3x3,5 gram, registrasi MD 662211108168, produksi PT Kinosentraindustrindo, kawasan Niaga Selatan Blok B 15, Bandar Kemayoran. Mengandung melamin 97,28 ppm.
2. Yake Assorted Candies, permen coklat panjang, isi 500 gram, tidak bernomor registrasi, produksi Fujian Yake Food, tidak ada alamat importir. Mengandung melamin 56,54 ppm
3. F&M, susu kental manis, isi 390 gram, registrasi ML 505417006156, importir Ikad-Jakarta, mengandung melamin 45,09 ppm

YLKI : Waspadai Cuci Gudang Jelang Ramadhan Minggu, 02 Agustus 2009, 08:05 WIB (dikutip berita8.com)

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan kegiatan "cuci gudang" menjelang pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan harus diwaspadai konsumen, karena sering barang kadaluwarsa dijual.

"Distributor dan pedagang sering memanfaatkan tingginya permintaan barang oleh masyarakat menjelang ibadah puasa, jadi perlu diwaspadai penjualan produk yang kadaluwarsa," kata Indah Suksmaningsih dari YLKI di Jakarta, Sabtu kemarin.

Pihak produsen, katanya, berkewajiban saat "cuci gudang" perlu menginformasikan kepada konsumen bahwa barang yang dijual mendekati batas waktu kadaluwarsa.

"Terserah konsumen mau membeli barang tersebut atau tidak, hanya saja itu kewajiban yang harus dipatuhi produsen agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat, terutama umat Islam menjelang pelaksanaan ibadah puasa," ujar Indah.

Dia juga mengimbau pihak Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Departemen Perdagangan dan Perindustrian agar tegas terhadap distributor atau pedagang yang "nakal".

"Tindak tegas sesuai undang undang perlindungan konsumen sehingga distributor maupun pedagang tidak berspekulasi ketika menjual barang," ujar Indah.

Produsen berkewajiban juga menggantikan satu barang kadaluwarsa dengan dua barang berkualitas baik sekiranya ditemukan rusak.

"Jadi asosiasi ritel harus patuh terhadap ketentuan tersebut, kenyataan ada produsen yang merealisasikan kewajiban ini," kata Indah Suksmaningsih.

Ketua Gabungan Asosiasi Produsen Makanan dan Minuman Idonesia (Gapmmi) Thomas Dharmawan mengatakan para anggotanya telah diingatkan agar tidak menjual barang kadaluwarsa dengan memanfaatkan tingginya kebutuhan konsumen.

"Kami mematuhi ketentuan tersebut dengan harapan pihak `berwajib` tidak hanya `main` sita. Sedangkan pedagang saat ini membutuhkan pembinaan berkaitan dengan pembatasan barang impor," ujarnya.

Pengawasan melalui operasi menjelang dan puncak pelaksaan ibadah puasa, menurut Thomas, hendaknya jangan menjadi kegiatan rutin dari proyek pihak berkompoten.

"Pembinaan melalui pelatihan saat ini dibutuhkan para pedagang untuk mengetahui perkembangan pasar global sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan di atas 6 persen," kata Thomas Dharmawan.(Afz/AT)

Rabu, 29 Juli 2009

Soal Program Hemat Energi Kepala PLN Gorontalo Harus Canangkan Dulu Program "Tidak Ada Pemasangan Baru dan Penambahan Daya"

Kalimat ini disampaikan Agus Kusnandar Ketua YLKi Gorontalo, selasa (27/7) saat melakukan Rapat Koordinasi Pengurus menjelang Bulan Ramadhan dalam konteks untuk memprogramkan Penerimaan Aduan.
Menurutnya terjadi gesekan antara PLN dan YLKI Gorontalo bukan merupakan persoalan pribadi, melainkan cara yang dilakukan PLN dianggap belum sempurna sesuai keinginan YLKI Gorontalo, "Misalnya soal program Hemat Energi" seharusnya Kepala PLN Gorontalo berani mengatakan tidak ada pemasangan baru dan Penambahan daya,"
Kalau program itu dijalankan menurut Agus, mungkin rakyat konsumen akan mendengar apa yang menjadi Program PLN, sebaliknya kalau hal itu tidak "digubris" rakyatpun tak akan mendengar apa yang menjadi problem PLN tersebut.

Bank Harus Bersikap Terbuka Kepada Nasabah terkait Asuransi??

Bank Harus Memberikan Jaminan Kepada Nasabahnya???

Pihak Bank, jangan bersikap tertutup kepada Nasabahnya karena dapat memudahkan hilangnya kepercayaan Nasabah kepada bank tersebut.
Seperti contoh yang dialami salah satu nasabah, sebut saja Sadia. Nasabah ini tidak bersedia masuk dalam asurasi yang dikenal memiki komitmen dengan salah satu bank yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Kota Gorontalo, dengan cara memotong saldo nasabah.
Kenyataan yang dialami adalah pihak Bank memotong saldo Nasabah tersebut, hal kekhawatiran muncul dari YLKI Gorontalo, akan ada nasabah-nasabah lain yang kurang melakukan kontrol saldo akan mengalami pemotongan asuransi.

Republik Konsumen Gorontalo, Target Agus jadikan Negeri Mimpi

Beberapa kali terjadi Perubahan Nama Media Online YLKI Gorontalo, dari nama On Line YLKI Gorontalo, Online Gaja Mada sampai pada Online Konsumen Gorontalo,sampai pada ide pertama Media YLKI Gorontalo, ide itu bagi agus belum terlalu menggeming, atau dianggap kalimat yang biasa digunakan.
Agus yang dikenal pramatig Spritual ini, lebih cenderung nama media menjadi Media YLKI Gorontalo, ide ini dikembangkan sebagai bagian sosial kontrol universal, dimana secara global baik rakyat yang paling dibawah akan merasakan/mendengar informasi-informasi yang disajikan Media YLKI Gorontalo.
Target lain adalah memberikan hukuman moril kepada Pelaku Usaha, yang dianggap menjadikan Konsumen Obyek semata.

NET CONSUMERS, Penggalangan Dana Pembangunan Kantor YLKI Gorontalo 2010

Jasa Internet ditetapkan Rp. 3000/ Jam

Net Consumers adalah tempat penyediaan jasa internet yang disiapkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Gorontalo untuk memberikan tarif murah kepada konsumen. program ini adalah dalam rangka penggalangan dana untuk pembangunan Kantor YLKI Gorontalo yang di targetkan tahun 2010.

Bagi konsumen menggunakan Jasa Internet di Kantor YLKI Gorontalo, sama halnya berpartisipasi dan telah menyumbangkan sedikit rizkinya untuk pembangunan Kantor YLKI Gorontalo.

Cara ini kami lakukan lebih Profesional, dengan menjual jasa yang sangat bermanfaat dalam peningkatan SDM, terlebih lagi dalam konteks kami tidak menjadikan kredibilitas Yayasan kami adalah Corong para elit pemerintah yang berduit. Bahkan bisa menjadikan “Budak” mereka.
Karena target kami adalah kemandirian / independent dalam menjalankan program memberikan Advokasi kepada konsumen.
Dengan kemandirian akan menjadikan YLKI Gorontalo lebih dewasa.

Demikian penyampaian Ketua Yayasan R. Agus Kusnandar saat melakukan koordinasi Pengurus selasa, 27 Juli 2009.

Rabu, 24 Juni 2009

Aduan Konsumen/Nasabah Perlu di tindak lanjuti Nilai Saldo ATM Berkurang

Pada tanggal 20 Juni 2009 , Nasabah Pemegang Rekening ATM disalah satu Bank atas Nama Irawati Mangkialo melakukan Penarikan uang tunai melalui Jasa ATM Kampus UNG sebesar Rp. 300 ribu. Dimana Saldonya berkurang uangnya tidak keluar, dan Nilai Saldo berkurang menjadi Rp 300 ribu dari nilai saldo Saldo sebelumnya 1.132.872 ( Satu Juta Seratus Tiga Puluh Dua Delapan Ratus Tujuh Dua Rupiah)

Terjadinya pengurangan angka saldo, diketahui saat Nasabah menarik uangnya melalui ATM sebanyak 2 kali, dengan penarikan awal Rp. 300 ribu dan Rp. 100 ribu. Yang terjadi adalah seharusnya nilai Saldo tersisa Rp. 732.872,- (tujuh ratus tiga puluh dua ribu delapan ratus tujuh puluh dua rupiah) ternyata mengagetkan Nilai Saldo yang nampak menjadi Rp. 428.972 (empat ratus dua puluh delapan ribu sembilan tujuh puluh dua rupiah).

Selanjutnya Atas Nama Irawati Mangkialo tealah melapor ke pihak Salah Satu Bank Cabang Gorontalo, menurut pihak Menagemen Bank Persoalan ini akan dilakukan tindak lanjut selama 2 minggu.

Yang jadi pertanyaan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Gorontalo :
1. Apakah soal pelayanan komplen harus diselesaikan 2 Minggu?
Karena soal komplen mengkoplen kalau di bank Lain, pada hari itu juga diselesaikan.

2. Meminta pihak menagemen Bank harus arif dan bijaksana menanggapi keluhan Nasab.

Jumat, 19 Juni 2009

Soal Penggemukan Devisit Daya hingga mencapai 8 MW Tindakan PLN Gorontalo Diskriminasi Pemasangan membuat Kewalahan YLKI Gorontalo Butuh Pengawasan da

Soal Padam Hidup Listrik, hal yanng tidak bisa dipungkiri, dari kalimat hal yang tidak bisa dipungkiri, perlu adanya konsep /plening untuk meminimallisir daya dari jumlah devisit mencapai 8 Megawat Keatas.
Caranya adalah meniadakan pemasangan baru, mengurangi angka pemasangan ilegal, tidak melakukan diskriminasi pemasangan bagi orang berduit atau oknum pejabat, hemat energi tidak memaksa.
Konsep meniadakan Pemasangan sebenarnya telah terbangun setiap pergantian Pimpinan PT PLN Gorontalo, kita tidak membagakan sejak kepemimpinan Ir. Ali Akbar, dimana masyarakat mulai merasakan nikmatnya menggunakan Listrik, konsolidasi negosiasi sangat kuat dengan pemerintah, usaha dan konsumen, hingga bisa ditemukan solusi –solusi yang mengurangi angka devisit, bahkan demi untuk kepentingan rakyat gorontalo mengontrak tenaga mesin / ahli perbaikan mesin yang cukup mahal, dengan tujuan memberikan pelayanan yang prima kepada konsumen.
Apa yang dirasakan saat itu, dibulan Puasa hari kesucian bagi umat Islam, masyarakat Gorontalo tidak merasakan pemadaman listrik. Bahkan pada saat itu devisit hanya berkisar 2-3 Megawatt.
Saat itu kami pesimis, saat terjadi pergantian Pimpinan, dari Ir Ali Akbar kepada Arifin Akuba, S.T, kami menganggap langkah keterburukan Listrik akan terjadi, terbukti dengan Pembekakan devisit.
Logisnya ketika terjadi Pembekakan Devisit daya, otomatis masyarakat konsumen akan merasakan pemadaman listrik yang cukup panjang. Bahkan survey Yayasan kami dalam satu minggu terjadi pemadaman hampir 6 kali, dengan total perhitungan 3 kali malam dan 3 kali siang, secara bergiliran.
Hal lain mengakibatkan terjadi devisit yang cukup besar adanya Indikasi Pemasangan daya bagi Oknum Pejabat dan Pengusaha berduit, seperti yang dilaporkan YLKI Gorontalo kepada DPRD Kota Gorontalo, dimana ada 7 Perusahaan baru terbangun telah diberikan fasilitas t listrik.
Pembekakan juga karena terjadi penambahan daya yang dilakukan para Pelaku Usaha, rata-rata 30 -45 ribu watt.
Sehingga kami berharap bukan hanya pengawasan dilakukan YLKI Gorontalo, tetapi kami membutuhkan dukungan masyarakat, mahasiswa untuk menyampaikan laporannya kepada Yayasan kami.(Penulis : Ketua YLKI Gorontalo)

Minggu, 07 Juni 2009

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Gorontalo

Yayasan Lembaga KOnsumen Indonesia Gorontalo, sebenarnya dari awal di tahun 2003 dengan nama Lembaga Konsumen Indonesia Gorontalo, sejak perkembangannya di tahun 2008, Pendiri sekaligus ketua Yayasan, merubah nama Lembaga tersebut menjadi Yayasan, dengan mengacu pada konsep Undang-undang Yayasan.
Dari acuan tersebut pihak yayasan mengajukan Permohonan Yayasan kepihak Menteri Hukum dan HAM RI,
Dua bulan berikutnya pihak yayasan telah menerima SK Menteri Hukum dan HAM RI, No. AHU 1326 AH 01.02 Tahun 2008. Dengan demikian Yayasan ini telah berbadan hukum yang sah.

Sejak statusnya menjadi Yayasan, Yayasan ini telah melaksakan hampir 56 kegiatan yang bersifat Pelatihan.

Kantor YLKI : Jl Jalur Panjaitan 1 No. 111a Phone/Fax : (0435) 823724 Kota Gorontalo

YLKI Gorontalo, Tolak Ide Hemat Energi Ke Konsumen

Sebagian besar Yayasan atau Lembaga yang membidangi Perlindungan Konsumen sangat merespon adanya konsep Hemat Energi yang ditawarkan PT PLN, lain halnya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Gorontalo, menganggap konsep Hemat Energy hanya simbol belaka.
Dalam pandangan Ketua kami, bahwa konsep itu diduga hanya mengengelabui konsumen, kalaupun konsep itu dilaksanakan paling tidak intropeksi terlebih dahulu.
Melihat situasi devisit semakin membengkak dari 3 Megawatt, selanjutnya 6 Megawatt dan 2 bulan terakhir berkembang menjadi 8 Megawatt, bukan solusinya lagi hemat energi. Paling tidak ada menegement baru dari PLN Gorontalo dengan konsisten atas pernyataan tidak ada pemasangan baru.
Melainkan ,,,apa yang terjadi, puluhan dan ratusan mata yang melihat sikap PT PLN Gorontalo yang dianggap Diskriminasi. Bahkan orang tertentu saja yang mendapatkan fasilitas listrik.
Kekecewaan lain adalah sebagian konsumen diperbolehkan melakukan penyambungan listrik ilegal atau cantol mencantol.

Kamis, 04 Juni 2009

Terus Berjuang Rita ,,,,, suatu saat perjuangan anda akan mendapatkan Ridho yang Maha Kuasa

Rita Ayuningtyas. Adrianus Meliala yang dilakukan gugatan oleh ... Rumah Sakit Omni Internasional karena pernyataan d emailnya,, tentang Pelayanan buruk rumah sakit tersebut. Kami menyampaikan dukungan moral kepada Perjuangan Rita,,
Walaupun hari ini ada berada diterali besi, meninggalkan anak yang masih belita,,, tapi kami yakin Allah Swt, tidak buta.
Suatu saat anda akan mendapatkan dukungan,,,dari Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Gorontalo R. Agus Kusnandar